Menikmati indahnya Lembanna, Kampung di kaki gunung Bawakaraeng

Halo cu! apa kabar? Sudah pernah ke Lembanna belom? Dulu Opa pernah kesana loh! hahaha. Sebelum Opa cerita ada baiknya kita sruput kopi dulu. sruuuuuutt ahhhhhh… Okay cu kita mulai.

Lembanna… Perkampungan ini merupakan entry point buat para pendaki yang mau menaklukkan gunung Bawakaraeng (2800mdpl). Berada sekitar 2km arah utara kota Malino dan waktu itu Opa juga belum tau Lembanna itu seperti apa, sampai ketika temen-temen Opa ngajakin buat camping kesana.

Perkebunan milik warga Lembanna

Tau sendirikan kalau Opa dengar kata “camping” hahahah… bikin gelap mata dan tanpa pikir panjang Opa langsung mengiyakan ajakan mereka. Setelah menentukan hari keberangkatan kami pun mulai mengumpulkan gear buat camping dan juga berusaha merekrut kakak kakak cantik hahahaha… kan lumayan buat bantu bantu persoalan pangan ntar disana. Kalian tau gak? Pergi camping itu seru pake banget, menikmati indahnya alam sejuknya udara pagi tanpa polusi dan juga bisa melepas penat. Jadi gak melulu berkutat sama hiruk pikuknya kota hahaha.

 

Pagi kami berangkat menuju Lembanna, melewati jalan yang meliuk liuk kayak ular  yang perlahan meninggalkan hiruk pikuk kota dibelakang kami. Perjalanan yang memakan waktu sekitar dua setengah jam cukup melelahkan, cukup buat pinggang encok kambuh hahaha. Sesampainya di Perkampungan Lembanna kami parkir motor di rumah warga yang ternyata harus bayar hahaha, tapi ok lah daripada harus parkir sembarangan kan ya… setelah parkir motor kami pun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, kenapa jalan kaki? motornya gak bisa masuk hutan hahaha, Tapi gak jauh jauh amat kok cuman sekitar lima belas menitan jalan kaki.

 

Ketika sampai di Gerbang masuk ke hutan pinus Lembanna Opa cuman bilang dalam hati “this is amazing!” Dan Opa langsung lari cari spot buat bangun tenda yang kece hahahaha, siapa cepat dia dapat kan yak?

My tent doesn’t look like much but, as an estate agent might say, “it is air-conditioned and has exceptional location. uhuk…

Dannnn ketemu… spot yang menurut Opa udah kece lah buat bangun tenda, dibawah lebatnya hutan pinus plus tempat yang datar dan dekat dengan sumber air. Tenda jadi hammock udah terpasang, apa selanjutnya? buat menyambut malam kami mulai siapin bumbu utamanya… yup… kami mau bikin api unggun hahaha. Apalah arti camping tanpa api unggun, bener gak?

Jemuran sambil nikmatin alam hahaha.

Di pinggir api unggun Opa duduk sambil menikmati suasana sekitar, ada suara daun pohon yang ketiup angin yang bunyinya kek hujan hahahah… bikin parno kalau kalau beneran hujan. Ada juga bunyi petikan gitar dan nyanyian lagu lagu jaman dulu yang dinyanyikan ama teman teman Opa yang entah itu fals ataupun nggak pokoknya hajar terus jangan kendor hahaha. Itulah kenapa “camping” itu super seru cu, moment dimana kalian merasa bebas ditengah tengah alam apalagi kalau sama teman teman yang lain. Nyanyi bareng, makan bareng, masak bareng, cari kayu bakar bangun tenda bareng…. itu semua adalah apa yang gak bisa kita dapatkan di tempat lain. jadi calau mau camping jangan lupa ajakin opa juga ya… hahaha…

Nyantai di hammock sambil nikmatin hutan pinus

Besok paginya, kami mau main ke air terjun terdekat. Cuman lima belas menit jalan kakilah, walaupun cukup bikin ngos ngosan jalannya naik turun bukit hahaha. Setelah berjalan sekitar sepuluh menit, air terjunnya sudah terlihat dan ternyata…..

 

 

 

Air terjun Lembanna, Malino

Kereeeeeeen air terjunnya hahaha…. Opa pun langsung buru buru ganti gear ke mode turbo biar cepat sampe tujuan dan langsung full gassss… hahaha. Suara gemuruh jatuhnya air ditambah bias bias airnya sudah mulai terasa bikin greget pengen nyemplung. Dan pas nyemplung di air ada satu keinginan Opa, apa itu? pengen langsung keluar dari air hahahahah… parah dingin banget, bikin badan langsung jadi mengkerut, menggigil hahaha.

Setelah puas menikmati air terjunnya kami pun balik ke tenda dan siap siap kembali ke kenyataan hahaha.

Kalau kalian punya cerita soal Perkampungan Lembanna, share dimari yak…

Salam Opabilang.

 

Leave a Reply